Para Tamu Cinta

Maulana Rumi berkata:

Sesungguhnya Allah memiliki beberapa hamba yang setiap kali mereka melihat perempuan di dalam kemah, mereka memerintahnya, “Angkatlah tudungmu agar aku bisa melihat wajahmu, bagaimana kepribadianmu, dan siapa dirimu? Ketika kami melintasi perempuan bertudung dan kami tak dapat melihatmu, akan timbul hasrat untuk mengganggumu dalam diri kami, ‘siapa orang ini dan seperti apa kepribadiannya.’ Aku bukanlah orang yang kala memandang wajahmu akan tertimpa fitnah dan akan menjadi budakmu. Sudah lama sekali Allah telah membuatku tanpa dosa dan bebas dari pesona-pesona serupa. Aku aman dari kekhawatiran semacam itu, jadi janganlah kamu mengganggu dan memfitnahku. Namun ketika aku tidak bisa melihat kalian, aku menjadi penasaran dan bertanya-tanya, ‘Siapakah dia?’

Orang-orang ini sangatlah berbeda dengan golongan lain yang didorong oleh hawa nafsu mereka (ahlu nafs). Jika golongan ini melihat wajah-wajah jelita, mereka akan terfitnah dan terganggu. Melihat keadaan mereka yang demikian, akan lebih baik jika para pemilik paras jelita itu tidak menampakkan wajahnya sehingga tidak menimbulkan fitnah bagi mereka. Namun berbeda dengan golongan ahli hati (ahlu qalb), akan lebih baik jika mereka menampakkan wajahnya agar terhindar dari fitnah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s